Minggu, 05 Januari 2014

KH. Muhammad Arwani Amin Alhafidz


 

Selain dikenal dengan sebutan Kota Kretek, Kudus juga dikenal sebagai Kota Religius atau lebih medasar lagi dikenal dengan sebutan Kota Santri. Pasalnya, banyak di antara santri yang menuntut ilmu di kota yang kharismatik yang menjadi panutan masyarakat sekitar Kudus. Di antara sekian banyak ulama di kota Kudus yang menjadi tauladan bagi masyarakat, salah satunya adalah beliau al-Maghfurlah KH. M. Arwani Amin.

Sekitar lebih 100 meter di sebelah selatan Masjid Menara Kudus, tepatnya di Desa Madureksan, Kerjasan, dulu tersebutlah pasangan keluarga shaleh yang sangat mencintai al-Qur’an. Pasangan keluarga ini adalah KH. Amin Sa’id dan Hj. Wanifah.

KH. Muhammad Marwan Alhafidz


KH. Muhammad Marwan Alhafidz lahir di desa Jragung Demak pada tanggal 7 Juli 1937. Orang tua beliau bernama Bapak Parmo dan Ibu Srinem. Kedua orang tuanya adalah seorang pedagang biasa namun sangat cinta kepada para kyai. Tiap kali ada acara di desanya yang dihadiri oleh seorang kyai pasti keduanya menyambutnya diurutan baris terdepan, kiranya kehendak Allah akan mewujudkan bahwa putra beliau akan menjadi seorang ulama hingga begitu memuliakan dan tawadhu' kepada para kyai. Apa yang diamalkan oleh kedua orang tua Hadlratusy Syekh yang pada akhirnya putra mereka berhasil menjadi seorang ulama besar dan sebagai pendiri Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin.